saya semakin tidak percaya ,bahwa di negara endonesia ini ada korupsi.karena kian hari,definisi korupsi , di negara endonesia semakin absurt dan tidak terdefinisi.
+ "ow,ini bukan korupsi,bukan suap.ini kan sekedar uang 'rokok',uang 'jajan'
atau , ya...sekedar pemberian 'jasa' untuk apa yang telah dikerjakan'', demikian
kata beliau-beliau.
-- "tapi meraka kan digaji oleh negara ,untuk apa yang mereka kerjakan?''
+ ''ow,kalau gaji memang hak mereka. kalau pemberian itu kan 'rejeki' namanya."
ya. sekedar pemberian rejeki.karena bangsa endonesia kan memang bangsa yg terkenal dermawan,suka memberi,nyah nyoh,brak bruk. dan lagi,orang endonesia,adalah bangsa yang pantang menolak pemberian, dan atau ''rejeki'',demi tepo saliro, menjaga ''etika'' dan ''citra''
etika pun menjadi ; suka memberi,dan pantang menolak pemberian.
oleh karena itu,saya merasa,bahwa sebagian orang dan atau aparat hukum yang selalu berteriak dan dengan semangat 45,untuk mengganyang koruptor,pastilah akan mengalami kesia-sia-an belaka.karena,di endonesia kita yg tercinta ini tidak ada korupsi,tidak ada koruptor.
demikianlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar